Browse By

Gimana Caranya Membangun Bisnis EO dan WO?

Bagikan ke Sosial Media

Bisnis wedding organizer dan event organizer termasuk bisnis yang tak pernah sepi karena selalu ada saja peminatnya. Untuk mulai membangun bisnis di bidang ini, tentunya harus dipahami dulu tugas-tugas dari organizer ini.

Wedding organizer atau yang biasa disingkat WO, sesuai namanya, khusus berkerja di acara penyelenggaraan pernikahan saja. Sedangkan event organizer atau EO bekerja dengan bidang lebih luas, bisa apa saja walau pada kenyataannya banyak EO yang mengkhususkan pada acara tertentu saja. Misalnya EO konser musik, EO gathering perusahaan, EO seminar ilmiah, EO promosi produk, dan sebagainya.

Wedding Organizer

source: pixabay

Pernikahan termasuk acara keluarga sehingga tema dan suasana yang dibangun berdasarkan kekeluargaan pula. Namun WO tetap harus bekerja profesional untuk memenuhi hak klien, yaitu pemangku hajat. Klien berhak mendapatkan apa yang diinginkannya, apa yang kita tawarkan, atau tepatnya apa yang telah kita sepakati bersama pada perjanjian kerja sama.

Tugas WO adalah memberi panduan dan membantu penyelenggaraan teknis acara pernikahan, mulai dari perencanaan, akad nikah, hingga selesainya pesta resepsi. WO umumnya telah memiliki paket-paket pernikahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan klien. Berikut ini adalah tugas-tugas WO secara umum.

Perencanaan

Membantu klien merencanakan pesta yang akan digelar. Meliputi tema pesta pernikahan, susunan acara, pemilihan dan perizinan tempat, kalkulasi anggaran, kru dan vendor yang terlibat, peralatan, keamanan, dan sebagainya.

Pra-nikah

Dalam tradisi Indonesia, ada acara-acara yang dilakukan menjelang akad nikah, seperti pengajian, siraman, dan sebagainya. Ini bersifat fleksibel, tergantung keinginan klien.

Akad Nikah

Prosesi akad nikah termasuk yang utama, bisa dilakukan di rumah mempelai, di Kantor Urusan Agama (KUA), di masjid, atau tempat lainnya. Peran WO memastikan tempat tersebut siap digunakan, baik secara kondisi fisik tempat dan peralatan, maupun perizinan dan petugas yang terlibat.

Resepsi

Resepsi besar umumnya diselenggarakan di luar rumah, baik gedung, halaman rumah, lapangan, bahkan jalan umum. WO harus memastikan bahwa tempat resepsi aman dan nyaman untuk klien dan para tamu undangan.

Resepsi melibatkan banyak orang, termasuk mempelai dan keluarga besarnya, serta kru vendor. WO harus berperan aktif memonitor kondisi lapangan dan mengkoordinasi semua pihak agar acara berjalan lancar dan tepat waktu sesuai rencana.

Pesta pernikahan melibatkan banyak vendor, seperti catering, sounding, tenda dan panggung, dekorasi, make up pengantin dan keluarga, dokumentasi, keamanan,  jasa parkir, dan sebagainya. WO bisa saja memiliki sendiri semua kelengkapan itu, bisa juga dengan menjalin kerja sama dengan vendor lain yang terpercaya.

Event Oganizer

source: pixabay

Bisnis event organizer atau EO termasuk bisnis yang tampak menggiurkan namun penuh tantangan. EO bertugas membantu klien menyelenggarakan sebuah acara, baik skala kecil di ruang tertutup maupun skala besar yang melibatkan massa besar.

EO banyak dibutuhkan karena banyak pihak yang perlu menggelar acara tapi tidak memiliki sumber daya dan waktu yang cukup. Peran EO tidak selalu sebagai eksekutor acara, di mana perencanaan awal dilakukan oleh klien. Seringkali EO harus terlibat dalam perencanaan awal karena klien belum memiliki konsep acara yang akan dibuat.

Berikut ini adalah tugas-tugas EO secara umum.

Perencanaan

Perencanaan dilakukan bersama klien, meliputi konsep dan tujuan acara, kalkulasi anggaran, susunan acara, pemilihan dan perizinan tempat, susunan panitia dan vendor-vendor yang teribat.

Persiapan

Persiapan dilakukan setelah perencanaan dianggap matang. Petugas EO mulai bergerak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang akan terlibat.

Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah hari H di mana acara berlangsung dari awal sampai akhir. EO berperan mengatur sedemikian rupa agar pelaksanaan berjalan lancar, sesuai dengan susunan acara, dan tepat waktu.

Evaluasi dan Laporan Pertanggungjawaban

Tugas EO tidak otomatis berakhir saat acara berakhir. EO harus melakukan evaluasi dan laporan pertanggungjawaban kepada klien mengenai acara yang telah digelar. Dalam evaluasi dan laporan inilah akan terlihat berhasil atau gagalnya EO membantu klien dalam mencapai tujuannya.

Baik WO maupun EO, sama-sama memiliki risiko bisnis masing-masing. Risiko ini bisa diminimalkan dengan perencaan yang matang, kalkulasi yang akurat, koordinasi yang baik antar semua pihak yang terlibat, serta kesepemahaman yang baik antara klien dengan pihak organizer.


Bagikan ke Sosial Media

Comments

comments