Browse By

Apa Itu Startup? Ini Jawabannya!

source : pixabay

Kata startup semakin sering terdengar di dunia bisnis, terutama bisnis online. Kata ini muncul seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi informasi secara global sejak sekitar akhir tahun 1990. Pada masa itu, startup sempat membuat ramai dunia bisnis internasional. Dalam perjalanannya, ternyata startup sempat mengalami kegagalan sehingga banyak ditinggalkan pelaku bisnis.

Dewasa ini, bisnis startup kembali naik daun. Semakin canggihnya teknologi internet dan meledaknya pengguna internet di dunia, membuat startup kembali diminati dan diprediksi dapat menjadi bisnis masa depan yang cemerlang. Di Indonesia sendiri, ratusan startup baru muncul dan terus berkembang.

Apa sih itu Startup?

Kata startup berasal dari Bahasa Inggris yang artinya baru memulai. Dalam dunia bisnis, kata startup digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan atau perusahaan kecil yang sedang berkembang. Namun, tidak semua perusahaan rintisan dinamai startup. Kata ini hanya disematkan pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi atau bisnis berbasis internet. Karena itulah, startup lebih dikenal di kalangan pebisnis online dan hanya sebagian saja pebisnis offline yang memahaminya.

Berikut ini adalah beberapa kriteria umum sebuah perusahaan tergolong startup.

  • Perusahaan bergerak di bidang teknologi informasi.
  • Produk yang ditawarkan berupa jasa aplikasi digital.
  • Perusahaan berusia tidak lebih dari 3 tahun.
  • Jumlah karyawan yang dimiliki tidak lebih dari 20 orang.
  • Penghasilan perusahaan tidak lebih dari $ 100 ribu per tahun.
  • Perusahaan masih melakukan berbagai proses pengembangan dan penelitian.

Sejarah Munculnya Startup

Teknologi internet mulai terasa efek besarnya sekitar tahun 1998 – 2000. Banyak perusahaan yang memanfaatkan jaringan internet untuk memperluas jaringan usahanya. Berbagai website baru bentukan perusahaan pun bermunculan secara bersamaan. Masa ini kemudian dikenal sebagai masa dot com buble, yang kalau diterjemahkan menjadi gelembung dot com.

Meningkatnya penggunaan internet oleh masyarakat dan perusahaan membuka peluang besar bisnis berbasis internet. Perusahaan rintisan berbasis internet inilah yang kemudian dinamai startup. Pada masa ini, nilai saham perusahaan di bidang ini mengalami kenaikan drastis. Banyak investor yang tertarik menanamkan modal besar pada perusahaan berbentuk dot com.

Sayangnya, mayoritas startup mengalami kegagalan. Ada banyak dot com yang ditutup karena tak kunjung mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan. Hanya sedikit yang bisa bertahan dan meraih sukses. Yahoo dan Google adalah dua startup masa itu yang berhasil bertahan dan meraih sukses hingga sekarang.

Produk STARTUP

Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa produk dari startup berupa jasa aplikasi digital. Startup besutan luar negeri yang kini telah meraksasa dan mendunia antara lain adalah Google, Facebook, Twitter, Amazon, Ebay, dan Uber. Startup lokal Indonesia yang juga berhasil tumbuh menjadi perusahaan besar antara lain adalah Kaskus, Tokopedia, OLX, serta Urbanesia.

Keriuhan startup di Indonesia semakin terasa dengan bermunculannya sekitar 1500 startup lokal. Masyarakat Indonesia tergolong potensial sebagai pasar startup karena jumlah pengguna internetnya cukup tinggi, yaitu lebih dari 70 juta orang. Di beberapa kota besar, dibentuk komunitas pendiri startup seperti Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, Ikitas Semarang, serta Stasion Malang. Produk yang diciptakan startup lokal Indonesia cukup beragam. Secara umum, ada tiga kategori besar jenis startup, yaitu aplikasi perniagaan, permainan atau game, dan berita.

Mendirikan startup bukanlah perkara mudah. Ada banyak tantangan dan risiko yang harus dihadapi agar bisa berkembang dan maju meraih sukses. Perusahaan startup bergerak di bidang yang sangat dinamis dan tingkat kreatifitas tinggi. Para pencipta dituntut untuk bisa menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tapi juga dibutuhkan banyak orang.

Beragam produk startup yang berhasil meraih sukses di pasaran adalah aplikasi yang bisa membantu menyelesaikan sehari-hari di tengah masyarakat. Sebagai contoh sebut saja aplikasi GoJek yang sempat meledak pemakaiannya karena besar manfaatnya bagi berbagai kalangan masyarakat.Traveloka adalah contoh sukses lainnya. Aplikasi ini sangat disukai para pencari tiket murah, terutama kalangan backpacker yang memang sedang booming.

Pemerintah sendiri melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika mendukung penuh pergerakan startup ini dengan membuat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Gerakan ini bertujuan agar semakin banyak solusi yang bisa didapat dari manfaat teknologi digital saat ini.

Comments

comments